Kedai Es Krim Domino di Jember, Tempat Legendaris yang Bertahan Sejak Tahun 60-an

Kedai Es Krim Domino di Jember, Tempat Legendaris yang Bertahan Sejak Tahun 60-an


Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB, kedai es krim yang letaknya tidak jauh dari Alun-alun Jember, terlihat menarik perhatian. Kedai Es Krim Domino, tempatnya tampak sederhana jika dibandingkan dengan kedai-kedai es lain yang berdekatan, namun menyimpan kisah sejarah yang panjang. 

Kedai yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Jember itu dikenal legendaris. Eksplore Pandalungan pun mendatangi langsung dan menikmati cita rasa es krim yang disajikan.  

Pagi itu, seorang perempuan tua tampak membuka kedai lebih awal. Nuansa jadul menyambut pelanggan dengan beberapa kursi dan meja yang masih tertata rapi. Ternyata kedai baru buka pukul 09.30 WIB. 

Saat memasuki kedai, pelanggan disambut dengan pemandangan mesin pendingin besar yang tertara di bagian samping kasir, hingga bagian dapur, mencerminkan banyaknya produksi es krim di kedai ini.  

Menu yang ditunjukkan kasir juga menunjukkan berbagai macam pilihan es krim yang unik dengan berbagai rasa. 

Minten, yang merupakan penanggung jawab di kedai ini, menyarankan untuk memilih es krim tutti frutti. Menu ini adalah andalan selain es krim durian. 

Tidak hanya unik, harga es krim Domino juga terbilang sangat terjangkau dengan harga mulai sembilan ribu hingga limas belas ribu rupiah.

“Rajanya es krim di sini itu rasa durian dan es krim tutti frutti yang kuno-kuno pokoknya,” kata Minten kepada Eksplore Pandalungan Minggu, 22 Juni 2025.

Pada percobaan pertama, es krim ini sangat terasa rasa khasnya. Seperti es krim zaman dahulu. 

Rasa coklat, buah, dan kismis bepadu menjadi satu. Namun, yang perlu diperhatikan adalah es krim ini cepat mencair jika tidak segera dihabiskan.

Sembari menikmati tutti frutti, Minten menceritakan bagaimana sejarah kedai es krim yang telah beridiri selama 60 tahun ini. 

Kedai Es Krim Domino berdiri sejak tahun 1965, dihitung saat sudah memiliki logo dan nama. Pantas saja jika disebut sebagai kuliner legendaris area Jember kota. 

Kedai milik keturunan orang Belanda ini memiliki sejarah yang cukup unik, terkait pemilihan nama es krim mereka. Nama Domino dipilih oleh pemilik terdahulu karena kesukaannya bermain kartu domino. 
Pada tahun 90-an, kedai es krim Domino mendapatkan penghargaan dari Bupati Jember saat itu, R.AM Goenawan, sebagai restoran terbersih dan sanitasi yang memuaskan. 

Kebersihan kedai ini terlihat masih terjaga hingga saat ini. Walaupun kedai kuno, kedai Es Krim Domino terlihat masih sangat bersih di antara ruko-ruko kosong yang tidak terpakai.

Bekerja sejak tahun 1998, Minten mengungkapkan bagaiman dia kewalahan memenuhi permintaan pelanggan setiap harinya. 

Minten juga menjelaskan meski telah berdiri selama puluhan tahun, permintaan pelanggan masih sangat tinggi, dalam sehari bisa memproduksi es krim sebanyak 30 liter susu.

“Di sini juga ada permintaan pengiriman dari luar kota seperti Banyuwangi sampai Bali. Jadi sehari minimal buat es krim itu sebanyak 30 liter susu,” terangnya.

Minten juga menerangkan eksisnya Es Krim Domino hingga kini, karena kualitasnya yang masih terjaga. 

Sejak berdiri hingga hari ini, es krim Domino mempertahankan kualitas rasa dengan menggunakan bahan-bahan segar dan terbaik. 

Minten menegaskan bahwa bahan-bahan es krim yang dijual terbuat dari buah-buah asli, susu sapi segar, bukan UHT, cokelat pilihan, dan gula alami tanpa pemanis atau perasa buatan.

“Di sini semuanya menggunakan bahan-bahan asli, mulai buah, susu, sampai gula. Susunya menggunakan susu sapi segar karena kalau tidak segar maka akan memengaruhi kualitas es krimnya. Kami juga tidak menggunakan perasa buatan, tapi benar-benar buah asli. Bahkan kami juga pakai dua jenis coklat yang menguatkan rasa dan aroma,” ungkapnya.

Ada dua orang pelanggan yang terlihat menikmati es krim di sudut ruangan dengan berbagai menu yang mereka beli.

“Saya langganan beli es krim di sini, yang paling saya suka es krim piring terbangnya. Porsinya banyak jadi bisa dimakan berdua, rasanya juga enak gak bikin tenggorokan sakit,” ungkap Sinta, salah satu pelanggan Kedai Es Krim Domino.

Tama, pelanggan lain juga memberikan pendapat yang tidak jauh berbeda. Dia menikmati es krim rasa buah. Menurutnya, es krim rasa buah-buahan di sini cukup unik dan manisnya pas tidak yang terlalu manis seperti es krim kebanyakan.

Kualitas rasa dan bahan yang digunakan membuat es krim ini masih memiliki banyak penggemar walaupun saat ini di Kabupaten Jember sendiri sudah hadir berbagai jenis es krim kekinian. 

Penulis: Mifta Sonia
Editor: Mohamad Ulil Albab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar