Menara Air Pasar Tanjung, Bangunan Bersejarah yang Memikat Namun Tidak Terawat


Menara Air Pasar Tanjung atau Water Toren di Jember, Minggu 22 Juni 2025. (Isnein Purnomo)


Menara Air Pasar Tanjung atau Water Toren yang dibangun sejak era pemerintah Kolonial Belanda tahun 1932, masih berdiri kokoh di kawasan Pasar Tanjung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Minggu 22 Juni 2025.

Bangunan yang pernah menjadi tempat penampungan air minum tersebut, tampak kusam dan berlumut. Cat putihnya juga sudah tidak lagi cerah. 

Meskipun tidak terawat, namun setiap wisatawan domestik atau mancanegara yang berkunjung di Jember, selalu penasaran ingin berkunjung. Terbaru, pada Mei 2025, wisatawan asal Spanyol juga tertarik berkunjung ke sana.

Jalanan basah masih terasa, setelah hujan semalaman mengguyur Jember Kota. Suasana yang sama juga terjadi di sekitar Menara Air Pasar Tanjung. Aroma sayur-sayur semakin lekat, menyambut kedatangan siapa pun yang hendak menengok bangunan bersejarah itu. 

Meski tidak terawat, bangunan tersebut dijadikan salah satu tempat wisata sejarah dan ikon Kabupaten Jember.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Jember, Bambang Rudyanto kepada Eksplore Pandalungan mengatakan, Menara Air tersebut dulunya berfungsi sebagai penyedia pasokan air bersih untuk warga sekitar Pasar Tanjung oleh perusahaan air minum, yang didirikan oleh Pemerintah Belanda. Kini menara tersebut tidak lagi digunakan untuk menampung air.

"Menara Air Pasar Tanjung atau biasa disebut Water Toren, didirikan pada 1932," katanya, saat dikonfirmasi Minggu siang.

Sebagai destinasi wisata tengah kota, Kadisparbud Bambang Rudyanto menambahkan bahwa Menara Air Pasar Tanjung kerap menjadi jujugan wisata sejarah. 

Para pengunjung bisa menikmati kemegahan Menara Air Pasar Tanjung dari berbagai sisi. Bisa melalui sisi timur dekat parkiran motor atau menyusuri tangga sisi selatan Pasar Tanjung, lalu naik ke lantai atas.

Di atas bangunan Pasar Tanjung, para pengunjung bisa menikmati bangunan bagian atas Menara Air Pasar Tanjung. Sekaligus menikmati hamparan bangunan-bangunan di Jember Kota. 

Tidak hanya itu, jika datang pada saat yang pas, pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.
Untuk mengenalkan daya tarik bersejarah bangunan itu, pemerintah sempat  menggelar Jember City Tour. 

Warga Jember dikumpulkan secara kolektif dengan mengendarai bus, lalu berkeliling menuju spot-spot menarik. Mulai bangunan bersejarah, tempat ikonik, wisata alam, hingga wisata budaya.

"Kami mengenalkan sejumlah wisata tengah kota. Salah satunya, mengenalkan Menara Air Pasar Tanjung. Terbaru wisatawan asal Spanyol juga berkunjung ke sana," jelasnya. 

Meski kerap menjadi jujugan wisata tengah kota, Menara Air Pasar Tanjung butuh sentuhan untuk menjaganya tetap utuh dan klasik. Berdasar pantauan jurnalis Pandalungan di lapangan, akses menuju lokasi untuk menyaksikan menara air dari ketinggian tidak terawat. Bahkan, rumput liar menjamur di lantai atas bangunan Pasar Tanjung.

Lebih dari itu, cat-cat yang mengelupas di seluruh dinding Menara Air Pasar Tanjung juga menambah nuansa klasik bangunan itu. Ditambah dengan lumut-lumut yang bertaburan seluruh sudut bangunan Menara Air Pasar Tanjung. 

"Namun, perlu ada biaya pemeliharaan untuk merawat dan mempercantik Menara Air Pasar Tanjung," harapnya. 

Dila, salah seorang pedagang bawang merah di sekitar menara air membenarkan hal tersebut. Menurut dia, pembersihan lantai atas biasanya dilakukan jika ada kunjungan. 

“Selebihnya, dibiarkan begitu saja,” terangnya. 

Bahkan, bangunan yang seharusnya dipelihara dengan baik itu, kini tertempel banner penanda  apa saja yang ada di lantai 1 dan lantai 2 Pasar Tanjung. 

Penulis: Isnein Purnomo
Editor: Mohamad Ulil Albab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar